Rabu, 27 Februari 2013

Antara Sepakbola dan Bisnis, Connected It is

Dini hari tadi ada el clasico di Copa Del Rey. Pertaningan antara Club Bola raksasa Real Madrid dan Barcelona di Camp Nou, kandang Barca. Melihat hasilnya yang mengejutkan 3-1 untuk Madrid, saya langsung buat status di FB untuk kemenangan Madrid. Sebenernya sih saya juga ga nonton semalem. Soalnya dini hari booo, masih inget sama badan :D. Tau Madrid menang dari running text di TV dan acara bola tapi itu cukup membuat saya senang dengan hasil kerja keras Madrid ;)

Klo dipikir kok saya bisa suka ya sama bola?? Padahal saya dulu itu ga terlalu suka bola looh. Sekarang juga ga suka2 banget sih, maksudnya ga sampe bela2in nonton tengah malem gitu. Dulu itu kenal sama sepakbola (nonton bola) waktu piala dunia 2002. mulai deh merhatiin pertandingannya, keindahan permainannya, skill2 pemainnya. Istilahnya mulai menikmati pertandingan sepakbola. Saat itu saya SMA kelas 3. Setelah masa itu hampir tidak pernah yang namanya nonton pertandingan bola, maklum sibuk heuheu. Iya euuuy, sibuk kuliah, sibuk organisasi, sibuk lah pokoknya :D.

Sampai akhirnya saya menikah :). Mulai deh ikut2an suami nonton bola, memperhatikan gerak-gerik pemain bola. Utamanya tertarik dengan acara olahraga, mulai ngerti dikit2 bahasa perbolaan, mulai menikmati tampilan skill-skill yang dicuplik acara tersebut, mulai dari kerjasama antar pemain, tendangan bebas, asis yang jitu, sampai tendangan 12 pas.

Anyway, menonton sepakbola itu banyak memberi pelajaran dalam hidup :). Butuh strategi, butuh perencanaan, butuh kerjasama. Begitu juga dalam hidup, Well saya akan persempit pada hal bisnis. Dalam bisnis kita juga butuh strategi, perencanaan dan kerjasama tim yang baik. Dalam bisnis kita punya tujuan, yaitu kesuksesan berbisnis. tentunya dalam berbisnis kita ga bisa sendirian, harus punya tim/ partner kerja. Kalau antar tim/ partner tujuannya beda, tentu saja tidak berjalan baik. kalau dalam permainan sepak bola ibaratnya semua pemain memiliki tujuan yang sama, yaitu menggolkan gawang lawan. kalau saja ada yang tujuannya pamer skill saja, bisa jadi tim tersebut mengalami kekalahan. Nah untuk bisa sukses bersama itu, perlu strategi, perlu perencanaan yang dievaluasi dan yang terpenting juga adalah kerjasama. Ga perlu saling menonjolkan, ga perlu pamer kekuatan, tapi yang diperlukan adalah keikhlasan dalam memberikan performa terbaik sesuai strategi dan perencanaan yang dibuat. Setiap person memainkan peran2nya dengan baik, saling memberikan ide untuk kemajuan bersama. Dalam sepakbola, tidaklah terlalu penting untuk memiliki personal dengan skil2 yang okeh (Skil itu bisa diasah dengan berlatih dan berlatih), yang terpenting adalah saling dukung dan menjalankan peran masing2 sesuai strategi, tidak penting siapa yang berhasil mencetak gol, yang penting adalah gol tercipta dan tim menang atas lawan :D
Tapi apa gunanya strategi dan perencanaan, apa gunanya pelatih, kalau para pemain mementingkan egonya masing2, pasti gatot itu, klopun menang itu murni kun fa ya kun :D. Tapi bukan berarti kita bisa berinovasi di tengah permainan lhooo :D. Segala strategi dan perencanaan bisnis itu dibuat untuk dilakukan, kalau sudah dijlankan dengan baik tapi tidak berhasil, pastinya harus dievaluasi kawan :)

Kalau boleh saya artikan, dalam bisnis, pertama kita harus punya tim yang sevisi, setujuan. Yang kedua harus dibuat rencana dan strategi yang dijalankan dengan konsisten. Kalau diperlukan inovasi2, maka lakukan, jangan hanya diam. Dan yang terpenting adalah jangan mutung ketika gagal. Justeru dalam kegagalan itu terdapat hikmah menuju kesuksesan. Kalau saja pemain bola mutung saat gagal, maka tentunya dia tidak akan pernah merasakan nikmatnya saat bisa menjebol gawang lawan. yahuuuud coooy, yang nonton aja seneng apalagi yang main bola yak :D hihihihihihih................
Alhamdulillah saya sekarang sedang membangun bisnis, bisnis yang sudah teruji dan keren abis, kalau kamu mau mengejar kesuksesanmu bersama saya di Simplebiznet, jangan ragu untuk contact saya yaa :)

Hatur Nuhuuun

Heppi/ 08176466517/ 087883960923/ 27aeda1b

Sabtu, 02 Februari 2013

My Sister, My Upline, My Mentor, Thank You, Love You, #Hugs


Januari 2013 tepat setahun saya join Oriflame untuk kedua kalinya. Join pertama adalah di akhir tahun 2010, sponsorku waktu itu Yekti Utami, kakak iparku

Waktu join pertama kali itu, kami (aku dan kakak iparku) ga ngerti sama yang namanya bisnis oriflame, kami hanya tau jualan aja dan ngejar hadiah promo. Al hasil karena aku ga ngerti dengan bisnisnya, keanggotaanku ga bertahan lama.

Akhir tahun 2011, kakak pertamaku, tyas xandra bergabung di bisnis oriflame with SBN. Sempat beberapa kali dia prospek aku, tapi karena pengalaman di masa lalu aku menolak bergabung. Dan aku hanya membantunya jualan untuk mendapatkan keuntungan untukku dan poin untuknya. Niatku jualan untuk membantu poin kakak dan sekaligus dapet untung juga. Hehehe

Kalau saja waktu akhir tahun 2011 dia tidak bilang “kalau lo join, poinnya buat gw juga kok hep, jadi lo bantu gw juga namanya :D”, mungkin sampai saat ini aku gak pernah join orilame . Akhirnya awal tahun 2012 aku resmi bergabung jadi konsultan Oriflame di club keren Simplebiznet dengan kakakku sebagai aplen :D. Dengan bantuan, arahan dan gemblengan kakak aplenku ini aku bisa bertahan di Oriflame. Pencapaian naik dan turun, but she give me her trust. Dengan kesuksesan yang aku raih, maka kesuksesan kakaku juga sebagai aplen, itu salah satu motivasiku. Kegigihannya menjalani bisnis ini walau banyak yang mengunderestimate dia, tapi dia tetap bertahan. Akhirnya setelah 12 bulan bertarung di dunia oriflame, Desember 2012 aku resmi jadi Manajer 12%. Thanks to her I learn that having a Dream in life is important, and Oriflame can be a way to achieve dreams.

Tak lupa juga Director saya mba Hany Kurniasari yang gemblengannya dahsyat :D, terimakasih juga sudah memiliki kepercayaan terhadap saya, ga pelit ilmu. Saya banyak berkembang di bisnis ini tak lepas dari peran mba Hany , terutama di dunia peronline-an

Yaps, betul banget klo di bisnis manapun kita berada, kita butuh mentor, penting banget.

Thanks to mba tyas and mak Dir Hany
Love Oriflame, Love SBN 

Me and mba Tyas on the way to Success Seminar 2012
Me, Mba Hany and her team @Taman Mini, prospecting day

Rabu, 02 Januari 2013

Pecah Bisul, Manajer 12% :)

Saya begabung di Oriflame bisnis Oriflame sejak Januari 2012, perjalanan saya naik dan turun. Di awal saya bergabung, perkembangan bisnis saya cukup bagus. Bulan pertaman naik level 3%, bulan kedua naik 6%, bulan ketiga naik 9%
Tapi mulai di bulan ke 4, 5 dst sampai dengan bulan ke 10 saya stuck di 9%. Dan memang untuk mas kritis level konsultan adalah di level ini. Bergabung di Simplebiznet dengan Director yang keren mba Hany Kurniasari merupakan nafas segar untuk saya, apalagi saya ga dileps sendirian seperti anak ayam kehilangan induknya. Mba Hany dan apline manajer sekaligus kakak saya mba Tyas membimbing saya menjalankan bisnis ini. Namun dengan perkembangan yang staagnan akhirnya di bulan ke-10 saya dipanggil untuk meeting bersama ASM Sudirman, Mba Agnes Monica (bukan yang penyanyi yaa :D, mba Monic panggilannya :)). Disitulah saya ditantang untuk bisa naik manajer 12%, kalau tidak saya akan dikeluarkan dari Tim mba Hany. Kata2 yang sangat saya ingat dari mba Monic adalah "Kalau kita mau dibantu upline, maka tunjukkan bahwa kamu berusaha keras untuk kemajuan kamu sendiri". Mendengar itu saya shock, menyadari kelalaian saya selama ini, ditambah lagi saya sedang hamil besar 6 bln (*sensitif brooo). Disini saya belajar bahwa apa yang saya pikir sudah maksimal saya kerjakan ternyata belum apa2. Tapi setelah ngobrol2 lagi secara mendalam akhirnya saya dikasih kesempatan lagi untuk dibimbing mba Hany.
Pada kesempatan kedua ini saya ga mau ngecewain lagi. Walau akhir2nya saya kehilangan coreteam, saya tetap berusaha rekrut dan aktivasi. Sampai akhirnya, pada waktu itu, di bulan Desember 12, dengan adanya member2 baru, langkah saya tinggal sedikit lagi menuju manajer 12%. Dengan bantuan dan support dari mba Tyas dan mba Hany, serta semangat dari sisterline saya di Simplebiznet, akhirnya saya bisa tembus ke level Manajer 12%, waktu itu dalam kondisi hamil besar. Satu kalimat yang mendorong saya adalah kalimat dari Mba Hany Kurniasari "Apa kamu mau menunda 30 hari lagi???". Setelah dengar kalimat itu saya jawab "Tidak, saya harus manajer bulan ini :D"
Akhirnya, walau bisa dibilang saya bekerja tanpa tim, akhirnya di detik pergantian tahun, saya resmi jadi manajer 12% :D. Akhirnya Bisul yang udah lama ngebet itu pecah juga. Thanks To my dearest upline and donlen I can Achieve this, Alhamdulillah :)

Kamis, 13 Desember 2012

Semangat Pagiiiiiii Dunia :)

Helllooowww Blogwalker :D

Salam kenal ;)
Saya Heppi, lengkapnya Heppi Kartika Rahmawati. Saya adalah seorang Istri dari seorang lelaki luar biasa Agus Rusli dan Ibu dari 2 anak saya yang bernama Yusuf dan Yahya. 
Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai PNS di lingkungan Kementerian Kesehatan formasi RSCM. Selain itu saya juga punya lho pundi kedua dari Oriflame. Mau punya pundi kedua juga??Sok atuh join sama saiya :D. Let Me Show You How :D